Buka puasa bareng Anak-anak Langit (Behind)

Buka puasa bareng Anak-anak Langit (Behind)

29 september 2007

Satu hari sebelum hari acara buka puasa bareng kami empat orang anak Rohis mengunjungi tempat kediaman anak Langit di Cikokol Tanah Gocap tepatnya di bawah jembatan yang di bawahnya dialiri sungai Cisadane. Kala itu sesampainya di sana kami melihat suasana yang lain dari banyangan kami, saya membayangkan temapat tinggal mereka itu menyedihkan dan tak layak di tinggali manusia tapi ternyata bayangan saya salah, tempat tinggal mereka begitu menenangkan dan menyenangkan bagi mereka yang memandang dengan mata hati. aliran sungai begitu indah, pasir-pasir coklat berbutir halus, pohon yang rendah-rendah dan rindang. Disana ada ayunan dan perahunya

juga loh…

Esok harinya saya dan teman saya ditugaskan untuk menjemput mereka kira-kira ba’da Ashar dengan membawa mobil Isuzu Elf Merah, saya menaiki mobil Elf tersebut tapi tidak menyetir Cuma duduk di samping supir sedangkan teman saya menaiki sepeda motor Mio miliknya dan berangkat ke tempat tujuan dan ternyata dalam perjalanan waktunya sudah telat dari jadwal seharusnya. So, kami harus mengejar waktu tersebut dan kemudian tiba disana mereka menyambut dengan gembira sampai-sampai mereka salah menaiki mobil. Kok Salah naik mobil? Karena kebetulan di depan mobil Isuzu jemputan ada mobil Pick Up hitam, eh mereka maen naik mobil Pick Up hitam itu. BTW mobil pun siap jalan tentunya mobil Isuzu Elf, dan ketika mobilnya mundur kebelakang dan siap jalan, eh di belakan g ada Motor teman saya lagi parkir dan akhirnya serentak semua yang ada di sana segera menolong ada yang ingin memindahkan motor dan ada juga yang berteriak agar supir berhenti dan lebih nekat lagi teman saya malahan menahan laju mobil tersebut (duh..duh).

Di sekolah anak-anak langit datang dan anak-anak Rohis menyambut dengan hangat. Saaat mereka tiba dan duduk didalam Mushalah sambil bershalawat atas Nabi Muhammad (bisa aja mereka ini). Acara pun di mulai dua orang MC membacakan susunan acara dan acara pun berjalanan dengan lancar walaupun ada sedikit bagian acara yang tidak di laksanakan karena jam yang sudah telat (mungkin gara-gara saya nih). Saat sesi unjuk kebolehan Anak-Anak langit mereka menunjikan kebolehan diantaranya adalah Adzan, kebetulan saat itu menjelang menit-menit berbuka puasa. Jadi, para penghuni di sekitar Mushalah menyangka sudah waktunya berbuka dan mereka menanyakan:” Memang waktu buka saudah tiba?” lalu beberapa anak Rohis menjawab bahwa itu suara Adzan Anak-anak langit lagi unjuk kebolehan.

Saat berbuka tiba Makan..makan ..makan eh jangan lupa minum yah. Mereka pun mmenyantap makan yang terseadia diantaranya adalah Es cocktail, air mineral, Gorengan Risol, dan satu lagi saya lupa namanya. Kemudian ada juga agar dan beberapa makanan kecil lainya. Lalu makanan utamanya apa? Oh ya makanan utmanya adalah ketering didalamnya ada lauk-pauk, semur ayam, ada kerupuknya juga loh.

Selesai makan kami melakukan Shalat Maghrib berjamaah kemudian acara diakhiri dengan Saling maaf-memaafkan walaupun baru saja kenal sekalian silahturahim gitu. Mobil Isuzu Biru menunggu mereka di depan sekolah dan beberapa anak Rohis mengantarkan sampai gerbang sekolah SMAN 6 sambil berjabat tangan dan saling mengucapkan “semoga kita di pertemukan kembali oleh oleh Allah SWT” dan “persaudaraan kita jangan berhenti sampai disini saja”. Itulah kata perwakilan dari anak-anak Langit.

Rihla ke Bogor, 24 Desember 2007

Rihla ke Bogor, 24 Desember 2007

By: Ahmad Fakri syaukhani

Rihla (jalan-jalan) ini yang berlangsung menjelang tahun baru Miladiyah ini begitu mengesankan dan penuh kenangan baik suka maupun duka. Suatu hari terdapat niat alias planing untuk sejenak bertafakur akan Keagungan sang pencipta Alam. Niat tersebut di realisasikan dengan Rihla ke Masjid Dian al-mahri atau yang lebih di kenal dengan masjid Kuba eMas. Next day rencana Tersebut diubah kerena suatu kendala. So, dengan tekad kuat, hati yakin dan semua tak ubah karena Allah swt. Rencana di alokasikan ke suatu tempat yang baik untuk edukasi yaitu Kandang Jurang Doang yang di miliki seorang artist yaitu Dik Doang. Di tempat tersebut rencana akan dilaksanakan pelantiakan sekaligus Outbond di sana. Akhirnya kita sadari kita hanya seorang Hamba yang cuma bisa berbuat rencana dan berusaha alhasil jadi rencana pergi ke sana gagal karena beberapa kendala teknis.

Suatu hari di sela-sela matahari siang pembina Rohis Bu Ejeh memberitahukan bahwa “anak Rohis mau ikut gabung sama Hipalita dan Pramuka kemping ke Cibubur menginap sehari-semalam atau tiga hari(kalo ga salah), Dan jika mau ikut gabung saja pada rapat persiapan kemping pada hari sabtu“ kepada saya. Kemuidian esok hari saya meberitahukan kepada anak Rohis dan kemudian kebanyakan dari mereka tidak setuju karena alasan tidak di izinkan orang tua, (yah d batalin lagi deh jalan-jalannya).

Angin terus saja berhembus mencari matahari yang hilang di pagi ini. Daun yang rindang mengayuh melayang seolah berusaha agar tidak jatuh ke tanah. Suatu malam yang dingin berhambur melokul air dua orang sahabat mengendarai sebuah sepeda motor melaju ke rumah pembina Rohis yaitu Rumah Bu Ejeh zaitun untuk menanyakan suatu hadan kemudian muncul ide bagus dari bu Ejeh “untuk lebih meningkatkan ukhuwah islamiyah kita bagiamana Rihla ke Rumah Ibu aja di Bogor disana banyak tempat wisata seperti Goa gudawang dan air terjun? Selain itu diasana biayanya lebih murah karena menginap di rumah Ibu dan bisa terkontrol” lalu kami berdua menyetujui asalkan anak-anak bahagia kita pun bahagia. Lalu esok hari diumumkan bagi yang mau ikut Rihla hanya membawa Uang sebesar 50000 rupiah serta seizin Ortu pastinya tujuan ke Bogor pada hari Senin 24 Desember 2007.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1428 H (Behind)

Maulid Nabi Muhammad SAW 1428 H (Behind)

Perayaan Maulid Nabi Muhammad yang telah lalu meninggalkan banyak kesan dan hikmah yang indah. Tak terkeculali bagi para panitia yang menginap di malam hari menjelang perayaan, nah, kebetulan perayaan tersebut berlangsung di masjid Al-Ikhlas PAP. Jadi tuh nginep sambil I’tikaf di masjid, he he sambil menyelam minum susu gitu (bisa nggak?). BTW, mau tahu kisah serunya… simak nyok.

Malam yang dingin nan sejuk yang sunyi terbelah oleh canda tawa yang bersahabat para panitia dan Pembina Rohis. Kami bekerja dengan tenang di teras masjid yang hangat dan angin sepoi-sepoi yang mengusap kepala kami. Ketika dua orang sahabat di anjurkan oleh Pembina Rohis yang baik hati untuk menemui beberapa orang guru di sekolah SMAN6 untuk membantu mengatur tata letak yang lebih baik. Dua orang sahabat pun pergi dengan motor dan sesampainya disana terlihat “suasana WD yang lain” di malam hari. Mereka kembali dengan beribu perasaan tentang WD di malam hari.

Kami panitia bekerja dan memikirkan apa yang belum selesai untuk memberikan yang terbaik pada Maulid kali ini.

Nah, kali pengalaman yang mendebarkan di malam hari (ih takut ih seereem ). Ketika Pembina Rohis meminta diantarkan pulang ke Rumah, lalu diikut sertakan tiga orang teman dengan mengendarai dua sepeda motor, satu motor memboceng Pembina Rohis dan satunya lagi dua orang panitia, yang di ikuti oleh kotak hitam di belakang yang melaju pesat menyusul mereka dan berhenti di depan mereka dan turunlah sesosok pria besar gagah sambil berkata ” SIM,STNK mana?” (ha.ha….kena tilang deh) tapi Karena seizin Allah, akhirnya nggak kena ketilang dech…

Saat menyambut pagi yang cerah walau badan dingin karena mandi malam hari, hati tetep senang dan sempurnalah mentari pagi menyambut hari dimana kami semua merasakan nikmatnya persaudaraan dan berjuang di jalan Allah senikmat hangat mentari pagi bersinar

Hari raya idul Qurban 1427 H

Hari raya idul Qurban 1427 H

Kegitan Rutin ini yang dilaksanakan dalam memperingati sejarah pengorbanan seorang ayah yang sangat cinta pada Allah SWT. yang telah lama menanti datangnya seorang anak dan ketika anaknya di lahirkan ia harus merelakan kepergian anaknya untuk disembelih di sebuah bukit dengan tangan nya sendiri .

Bagaimanakah perasaan seorang Ayah dan seorang Ibu yang telah lama menanti kehadiaran buah hati dan mereka harus merelakan kehilangan buah hati yang dinanti. Dan bagai mana pula perasaan seorang anak yang masih muda belia Ia rela dan patuh pada perintah Allah dan meninggalkan semua angan dan cita nya. Tapi ini adalah hidup, untuk menggapai bintang di angkasa tidak hanya diam dan menanti tapi kita harus berusaha, tabah dan butuh pengorbanan dalam menjalaninya untuk membuktikan ketaatan dan kencitaan padan Sang maha Pecinta.

Kegitan ini Rohis Ikrina Bekerjasama dengan OSIS SMAN 6 Tangerang, kegiatan berjalan dengan baik. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 22 Desember 2007 bersamaan dengan Pengambilan raport hasil belajar semester satu namun karena ada suatu hal jadi kegiatan ini dialihkan pada hari jum’at tangggal 21 Desember 2007 / 2 dzulhijah 1427 H.

Karena kegiatan ini berlangsung pada penghulu hari yang pada siang harinya dilaksanakan shalat jum’at kami harus bekerja keras dalam menyelesaikan kegiatan tersebut. Pagi yang indah membuat diriku ingin mengawali dengan banyak berbuat banyak amal baik. Jadi, sebelum berangkat saya bilang pada anak Rohis untuk bawa alat seprti pisau dan sejenisnya.

Ketika sampai di sekolah ku lihat mentari bersinar ceria seceria anak-anak kelas X Osis yang datang lebih awal, dan di sana ku lihat seorang anak Rohis akhwat yang sedang asyik memainkan Handphone Gengamnya. Karena kulihat jiwa angin menerpa sanubari ini ku keliling sekolah seolah mencari peluang untuk berbuat kebaikan. Ku lihat kiri kanan pengurus sekolah dan kantin sibuk untuk mempersiapkan pwmotongan hewan kurban. Akhirnya dapat tugas juga untuk membersihkan Aula kantin bersama beberapa anak Osis, disiram-siram eh baru disapu terbalik deh. Setelah itu datanglah para panitia baik dari Rohis maupun Osis yang telahh siap dengan segala macam alat tempur untuk memotong, menebas, dan menguliti daging kambing dan kerbau tersebut.

Well, Akhirnya Mulai deh pemotongan 2 sapi dan 1 kambing. Sapi pertama di potong dengan perasaan yang suka bercampur duka karena kasihan liat sapinya di potong. Uniknya ketika kambing yang di potong para hadirin yang melihat malah seneng karena Kambingnya lepas dan kabur kesana-kemari. Ayo mau kabur kemana si kambing hitam ini? Nanti juga kamu di potong juga. Selesai pemotongan dan pembagian daging kami para ikhwan bersiap untuk menunaikan shalat jumat di masjid dekat jalan besar, perlahan kami (anak Rohis dan Osis) berjalan menyusuri jalan yang tiap langkahnya dosa di hapuskan, diangkat satu derajat dan banyak manfaat lainnya jika kita berada di jalan yang lurus yaitu jalan yang Allah Ridhai bukan jalan Allah Murkai. Eh ada yang ketinggalan Akhwatnya lagi beberbenah untuk makan siang tuh.. Wassalam..

Air mata RAsulullah

Air Mata Rasulullah SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan
menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang
sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi
Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia
menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku
nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata
tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi
siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat
lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk
semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau
palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa
maut ini kepadaku, jangan pada umatku.
“Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan
telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku – peliharalah
shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke
bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku,
umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah
kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi Betapa cintanya
Rasulullah kepada kita.

NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk
mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin…

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di
dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu
diakhirat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.